Obeng ketrok? Buat yang suka bongkar-bongkar mesin motor pasti nggak asing lah sama obeng yang satu ini. Obeng (bahasa banyumasnya “drei”) ketrok biasa dipakai bongkar mesin motor jadul kayak RX-King yang baut mesinnya masih pakai baut kepala +. Cara pakainya paskan mata obeng ke baut lalu pukul bagian belakang obeng, tujuannya dengan tenaga dari pukulan dapat menambah tenaga pengencangan baut.
Sebelum main ketrok alias pukul mesti diperhatikan juga ukuran mata obeng mesti pas dengan kepala baut, kalau kepala bautnya lebar tapi di paksa pakai mata obeng kecil bakal slek alias kepa baur rusak. Tau sendiri yang namanya baut mesin kalo kepalanya rusak mbukaknya susah. Kalo kepala baut dan mata obeng sudah singkron lanjut posisi pemukulan, mesti tegak lurus dengan baut (jangan miring) agar tenaga dari pukulan tadi tersalurkan secara penuh ke baut. Terakhir pengencangan baut yang pakai filing ( tanpa alat ukur torsi) sebaiknya jangan terlalu kencang, bahasa orang sini “sak madyo”. Demikian tentang obeng ketrok dari saya
.
ni tutorialnya
6 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal





Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u
nyekele aja kewalik, arep mbukak apa nutup, eh ngencengi apa ngendori, ngepele kudune menggok aring sisih ngendi ben pas…. basane keprime sing pas goleh njelasna ya
nyong nulis bingung dewek
Digunakan saat darurat aja kan mas…?
http://nzahry.wordpress.com/2012/11/17/ducati-monster-1100-evo-diesel-edition/
Beli Viar Lebih Untung…!!
Analogi perbandingan harga jual kembali motor Viar dibandingkan dengan motor pabrikan lain
Membeli Viar adalah Investasi yang sangat tepat..!!,tidak percaya?,mari kita hitung hitungan
Beli Motor Viar Star Z,Harga OTR = Rp.8.200.000,setelah dipakai 3 Tahun,harga Jual kembali dapat mencapai 5,5 juta,harga terendah 4,5 juta,kita ambil yang kerugian terbesar menjadi kerugian yg diderita adalah 4,5juta
bandingkan dengan apabila Anda mengambil Investasi motor pabrikan merk lain
harga OTR nya Rp.15.500.000,setelah dipakai 3 Tahun Harga Yang diterima Showroom Motor Bekas paling tinggi adalah Rp 9 juta,kalau kondisi motor tersebut kurang baik bisa saja hanya dihargai Rp 7 juta,maklum harga part orisinil motor ini tergolong mahal
Kerugian Investasi = Rp. 15.500.000 – Rp. 8.000.000 = Rp. 7.000.000
dari sini jelas sekali bukan lebih besar mana kerugian yg diderita oleh konsumen akibat depresiasi harga jual motor..!??
apabila kondisi itu diterapkan ke Motor Viar Star Z yg OTR nya hanya Rp 8.200.000 maka Motor Viar hanya dihargai Rp 1.200.000,tentu sangat tidak logis dan tidak masuk akal sebuah motor hanya dihargai dengah harga seperti itu,Konsumen pun berhak marah apabila motor nya ditawar oleh showroom dgn harga 1,2 juta saja…!,tentu keadaan tsb tidak logis diterapkan untuk motor Viar
belum ditambah kerugian akibat borosnya penggunaan BBM,penggunaan BBM motor ini 3x lipat lebih boros dibanding motor Viar,maklum Motor ini memiliki cc diatas 120 ,apabila Anda mengisi Bensin motor Viar Rp 20.000 per minggu / Rp 80.000 per bulan,maka anda harus mengeluarkan Rp 240.000 perbulan,kerugian bertambah menjadi Rp 160.000 belum ditambah mahalnya Pajak Kendaraan Bermotor karena motor ini mengusung CC yg sangat tinggi
Perincian Kerugian motor Merk lain
Depresiasi harga Jual : Rp. 7.000.000
Pemborosan BBM : Rp. 160.000 x 12 bulan x 3 tahun = Rp 5.760.000
Mahalnya Pajak : Rp. 50.000 x 3 Tahun = Rp. 150.000
Mahalnya Service & Spare Part : Rp. 250.000 x 3 Tahun = Rp. 750.000
Kerugian = 7.000.000 + 5.760.000 + 150.000 + 750.000
Total Kerugian Selama 3 Tahun = Rp 13.660.000
Kerugian Perbulan = Rp. 13.660.000 / 36 bulan = Rp 379.000
BAYANGKAN…!!!,dengan kerugian perbulan yg hampir mencapai Rp. 400.000,dengan kerugian sebesar itu anda bahkan dapat mencicil Motor Viar Star Z yg cicilannya hanya 300 ribuan per bulan
SEGERA Tinggalkanlah motor Boros dan Tidak Ekonomis seperti itu,sudah saatnya Kita dapat berhidup Hemat namun tetap Trendy!
yg kadang sering luput dalam penggunaanya adalah menyetting obeng apakah untuk membuka atau mengencangkan, karena jika terbalik maka fatal akibatnya
larang je