Preman atau aparat?

Posting ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan salah satu instansi pemerintah, hanya sedikit sharing tentang kejadian di jalan. Awalnya saya hanya bermaksud menyalip sebuah Honda Tiger, entah apa yang terjadi manuver saya yang biasa-biasa saja (mungkin) dianggap menantang atau apa lah. Ketika berada di jalan lurus saya pacu motor saya, tiba-tiba Honda Tiger tadi menyalip dengan manuver yang sangat membahayakan. Tidak cukup hanya itu sang rider memepet saya sambil mengacungkan kepalan tangan. Sibuk melihat ke depan sembari sesekali melirik ke arah si rider tiba-tiba sang boncenger menjulurkan tangan, berusaha menarik lengan saya. Bisa di bayangkan kalau sampai ditarik pasti saya jatuh. Jatuh pada kecepatan 40 km/jam sudah cukup untuk membunuh. Kesal saya berhenti dan turun dari motor(maksudnya untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik), namun sang okum TNI tadi malah tancap gas.

Sebenarnya masalah seperti ini tidak perlu terjadi. Kita rider sama-sama cari makan, saling menghormati dan menahan emosi bisa membawa kebaikan dan kedamaian. Naik motor dengan kondisi emosi juga membahayakan karena gaya riding jadi kacau dan asal-asalan.

 

12 thoughts on “Preman atau aparat?

  1. @adam: kunjungan balik sudah di laksanakan, trimakasih sudah berkunjung.
    @om mitra: iya, dulu mlh ada tukang becak di tonjok gara2 nabrak motor pak tentara (motor ninja tapi gk pake lampu dan sein)

  2. yang kyk gini nih, oknum di jmn Orba dulu, harusnx! Skrg mah sdh ketinggalan ‘tren’! Nih yg harusnya dijadikan cermin buat (sebagian oknum) tentara/ Polri yg suka mentang-mentang! Harusnya mereka sadar, dari mana mereka digaji, dari mana mrk berasal, apakah sumpah prajurit mereka hanya skdar lips-service? Ini yg bikin jelek korps/ kesatuan dan harusnya digiling di pabrik penggilingan padi aja!

  3. saya pernah mengalami hal tersebut….. tapi dengan orang biasa😆

    sependapat denga statement bro tafri:
    Sebenarnya masalah seperti ini tidak perlu terjadi. Kita rider sama-sama cari makan, saling menghormati dan menahan emosi bisa membawa kebaikan dan kedamaian.
    ======================================================================
    kalimat2 tsb yg saya lontar saat sama2 turun dari motor!, malah tak tambahi, gini, : lha wong podo2 seneng ngebut ae kok ribut, sampean seneng ngabut, aku yo seneng!:mrgreen: opo maneh sampean tonggo dewe trus njur ngopo nek ndadak nganggo acara musuhan?…, yen ono salah njaluk ngapuro mas!, ayo ngebut bareng maning! wekekek akhire malah berdamai

    nitip:
    http://azizyhoree.wordpress.com/2010/12/30/vixion-jogja-modif-n250r-wannabe-10-juta-udah-dilahap-bro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s